“Jung!!!.. Haloo… kau dimana Jung?”
“…” sepi…
“Jung…!!! Lihat aku membawa apa?.. kita buat bibimbap ya.. !! Jung..!!”
“Kim?? Kaukah itu?”
“Iya… begitulah… coba kemari sebentar!!”
“Ada apa??!! Aku di toilet… perutku mulas sekali!!”
“Ah… kau kebanyakan makan kimchi!! Hmm.. sudah kubilang jangan makan kimchi… Kau lupa kalau sakit maag ya!!!”
“Ya…!!! Tunggu sebentar”
Beberapa menit kemudian Jung keluar dari toilet dengan tubuh yang lemas dan wajah yang lelah. Tangannya selalu memegang perut sedari tadi.
“Jung… masih sakit?”
“Iya.. masih… kau bawa apa Kim.. maaf aku tak mendengarmu tadi”
“coba lihat ini… aku beli di mini market tadi..”
“wuaaah… segar sekali dagingnya… tapi perutku sakit sekali.. tidak ada mood untuk mengajarimu memasak.. iitss.. sakitnya…”
“sudah kau periksakan ke dokter? Kau pasti kebanyakan makan kimchi.. iya kan?”
“hmm… sepertinya… Kim.. aku istirahat dulu ya…”
“begini saja.. aku akan memasakkanmu Bibimbap.. hmmm tapi kalau pedas.. penyakitmu semakin senang kan nantinya… bagaimana ya… “
“tidak usah masak Kim… pesan Pizza saja… kau pasti lelah…”
“hmmm.. aku masak jangjorim ya Jung… pasti hangat untuk perutmu… sebentar ya..”
“Kim… terima kasih…” kata Jung sambil menempatkan tas kerja Kim diatas meja.
“Iya.. kau istirahat saja…”
“hehehe”
“kenapa tertawa? ^_^”
“ehehe Kim.. kau sudah seperti seorang suami saja.. saat istri sedang sakit, suami pasti merawat istri mereka dan memasakkan yang hangat-hangat”
“aku kan memang suamimu Jung… tapi nanti kalau kita sudah menikah hahaha”
“saat aku sakit kau masih bisa saja bercanda… eh? Kim… ini kotak makan siapa?”
“oh… iya aku lupa mengembalikannya”
“kotak berwarna pink… sepertinya milik seorang wanita… ini milik siapa? Yang pasti bukan milikmu kan?”
“itu milik Seoyun… hmmm kecap asinnya pas sekali” kata Kim sambil mencoba masakannya
“Seoyun??? Kalian bertemu dimana?”
“Dikantor…”
“Hah!! Seoyun ke kantor mu?? Dia kan tidak tahu kantormu” sergah Jung tiba-tiba dengan wajah yang penuh tanya
“Jangan berprasangka dulu… aku kan belum selesai bicara…” “tadi siang aku kedatangan tamu, dia Shin… kami berdua sudah baikan tadi… lalu aku kehabisan waktu makan siang, dan Shin memberikan bekal dari Seoyun padaku… Bukan Seoyun yang kekantorku.. tapi Shin..”
“Oooh.. begitu”
“Kenapa… kau cemburu kalau aku memakan masakan Seoyun? Hehee”
“iya.. aku cemburu kalau kau memakan masakan orang lain…”
“ah… berarti banyak sekali orang yang kau cemburui…”
“hehehe siapa saja…?”
“mulai dari Ibu.. Seoyun… Nyonya kantin.. penjual kue diseberang apartement kita, lalu semua penjual masakan se Busan, semua orang itu harus kau cemburui”
“hahahaha”
“hei Jung… sudah lupa dengan sakitmu? Tertawa seperti itu… keras sekali… aku sampai terkejut mendengarnya”
“hehehee iya sakitku sepertinya sudah hilang… ini semua karna kau Kim…”
“Baguslah kalau begitu… tapi aku tidak suka dengan orang yang plinplan kalau sakit… tadi sakit, sekarang sudah sembuh.. lalu sakit lagi… trus sembuh lagi… aku tidak suka yang seperti itu”
“Lalu bagaimana… kau ingin aku sakit lagi?”
“Jangan.. kalau sakit kau tidak cantik… bantu aku memasak Jangjorim ini saja… sini…”
“Kim.. kesukaanmu memang sedikit aneh… tapi aku semakin mencintaimu…” kata Jung mendekati Kim lalu membantunya memotong daging segar
“benarkah? Kalau begitu masaklah… aku ingin tidur di sofamu sebentar hhehehe” canda Kim sambil berlari dan lompat ke sofa Jung yang lembut dari bulu-bulu binatang itu.
“KIM!!! Kau keterlaluan… aku tidak mau memasak sendiri…”
“Ya sudah… kita pesan Pizza saja…”
“KIMMM!!!”
“heheheehe.. selamat memasak sayangku…”
“hooo? Kau memanggilku apa?”
“Sayangku…? Salah ya?”
“Ya… baiklah… aku saja yang memasak… Sayangku tidur saja ya…”
“Hmm… sayangku… kau baik sekali…”
“tentu saja sayangku… besok.. aku saja yang mengembalikan kotak makan itu ke Seoyun..”
“ah.. besok bukannya kau bekerja”
“sepulang kerja aku akan kerumah Seoyun, beberapa hari yang lalu aku juga diminta main kerumahnya”
“Jangan terlalu malam ya Jung pulangnya… kalau malam… aku tidak ada yang menemani…”
“haa.. kau kan biasa sendiri Kim… kita juga belum menikah… jadi jangan terlalu dekat ya sayangku…”
“ok sayangku”
“^_^”
Karya Ayuna Kusuma
Nikmati kelanjutannya segera
Salam hangat dari saya… Yakinlah cinta akan menemukan tempatnya sendiri ^_^




Home
Ok Rek
Testimoni
Program butik online tanpa modal
Produk Duwur
Martapura
Batik Unik
Batik Tulis