Angin

27/10/2011

Angin mendesis disela waktu.
Ia mengatakan. Aku perlu sesuatu yang indah
Untuk kulewati.
Maka aku katakan. Lewati saja otakku.
Disana penuh hal yang indah

Lalu angin berteriak ketakutan
Ia menggigil kedinginan
Raut Raut wajahnya menegang

Dan kuberanikan diri bertanya padanya.
Apa yang terjadi angin yang dingin?
Dia dengan tatih menjawab
Aku tak pernah melalui tempat sengeri itu
Didalamnya penuh dendam
Didalamnya penuh amarah
Kelicikan meliar dimana-mana
Berselimut pikiran kotor
Apa pekerjaanmu?
Dengan malu aku berkata
Aku seorang Hakim

Angin lalu terdiam dan berkata
Berhentilah menjadi Hakim.
Karena kau tak pantas membawa keadilan.
Berhentilah… sebaiknya kau menjadi dirimu

Angin telah membuatku malu dalam sekejap
AnginĀ  mematikan nyawaku dalam sejengkal kata

By Ayuna Kusuma

Digg this! Add to del.icio.us! Stumble this! Add to Techorati! Reddit! Yahoo Messenger Twitter Share on Facebook!

One Response to Angin

  1. Gerrie on 25/12/2011 at 08:44

    You’re the graetest! JMHO