Hidup itu bukan untuk makan
Hidup itu bukan untuk membelanjakan uang untuk style
Hidup itu bukan untuk meraih jabatan
Hidup itu bukan untuk cinta, menikah, punya anak, membesarkan mereka dan membangun keluarga besar
Hidup itu bukan untuk membangun sebuah perusahaan dan mengumpulkan kekayaan
Tapi
Makanlah agar kau hidup dengan nyaman dan bisa membagikan makanan kepada orang yang mengalami kekurangan, agar makananmu esok hari penuh berkah, karena penuh dengan doa-doa orang yang kau berikan makan. Kalau kau makan dan memberikan makanan untuk sesama yang membutuhkan, kau bukan saja hidup untuk makan, tapi hidup untuk menjadi bermanfaat bagi sesama, walaupun dalam hal yang sepele seperti makanan.
Belanjakanlah beberapa persen dari uangmu untuk style yang sederhana, dengan menutup aurat, warna-warni yang tidak terlalu mempesona dunia dan belanjakanlah beberapa persen dari uangmu untuk orang-orang yang membutuhkan, buatlah mereka mencintai menutup aurat, berpenampilan sederhana namun terlihat istimewa di hadapan Allah. Uang yang kau belanjakan untuk mereka, tak akan pernah membuatmu rugi, Karena Allah akan mengembalikannya dalam jumlah yang tak pernah kau sangka sebelumnya, dan orang yang kau belikan barang baru yang masih layak pakai, akan mengalirkan doa-doa terbaik untukmu. Dan semakin berkah hidupmu.
Hidup bukan hanya untuk meraih jabatan, namun kau harus berusaha untuk menjadi orang yang baik sehingga, bila suatu saat nanti kau diberi jabatan tanpa sebuah politik kotor, kau bisa membela kaum lemah, dan tegas kepada pemimpin diaatasmu. Jadilah orang yang pintar dan cerdas, manfaatkan jabatanmu untuk menolong kaummu, mengangkat derajad kehidupan mereka, dan menggenggam secercah keadilan dalam dunia yang tak pernah adil ini. Bila kau mendapatkan jabatan, jangan pernah berpikir untuk menumpuk harta untuk pribadi, karena karunia jabatan itu akan menjadi sia-sia. Dunia hanya untuk Dunia. Lalu kemana akhiratnya?
Hidup memang perlu menikah, memiliki anak, mengasuh dan membesarkan mereka. Tapi hidup bukan saja untuk hal itu. Jangan pernah memfokuskan diri untuk menikah. “Aku harus menikah dengan orang yang cantik, kaya, menurut, dan tidak pernah mengeluh” apabila seseorang memberikan standart ini pada apa yang harus diraihnya, kemungkinan ia tidak akan mendapatkannya 100%. “Aku ingin punya anak yang pintar, tidak pernah nakal dan selalu memberi orang tuanya uang saat besar nanti” Apalagi penetapan seperti ini, orang tidak akan pernah mendapatkannya 100%. Lewati hidup anda dengan sederhana, hindari penetapan-penetapan yang tidak perlu, karena semua hanya Allah yang berhak menetapkannya. Hidup bukan saja untuk menikah dan berkeluarga. Namun apabila anda ingin segera menikah, perbaiki hidup anda terlebih dahulu, jadikan diri anda orang yang fleksibel, jadikan diri anda sebagai seorang pemaaf, pemberi, dan jauhkan segala keburukan dan penyakit hati. Akan ada saatnya nanti Allah mempertemukan pasangan hidup yang pas untuk kehidupan anda.
Setelah menikahpun jangan pernah menyibukkan diri anda dan hidup anda dengan penetapan kapan memiliki anak. Nikmati saja pernikahan anda dengan penuh kebaikan, kesabaran, dan memberikan yang terbaik untuk keluarga anda dan masyarakat. Allah akan tahu kapan anda pantas menjadi seorang ibu atau tidak. Toh Allah SWT telah mengetahui semuanya tentang takdir kita.
Setelah anak anda berkembang menjadi manusia dewasa, jangan pula menyibukkan diri untuk memberi penetapan untuknya, bagaimana dia harus melangkah didunianya. Apabila semasa kecil sampai dewasa anda merawat anak-anak dengan penuh kebaikan, pesan moral, dan sesuai hukum Allah. Maka tak perlu ragu dengan kehidupannya. Anak-anak akan bisa mengetahui mana yang terbaik untuk kehidupannya.
Banyak orang menyibukkan dirinya setiap hari untuk membangun sebuah perusahaan sendiri, namun mereka lupa akan kewajiban kepada Tuhannya, mereka lupa dengan kewajiban untuk berbagi dengan sesama. Mereka gunakan segala cara entah itu halal atau haram untuk membuat perusahaannya semakin besar. Mereka gunakan cara menjilat, merampas, mencuri, bermain curang dan berbagai prilaku kotor untuk mendepak semua kompetitornya.
Apalah arti hidup ini bila disibukkan untuk membangun dan memperbesar perusahaan tanpa tahu baik atau tidak. Sudah perusahaan tak pernah berkah, rezeki yang didapatkan haram, dan banyak merugikan orang lain.
Bila kita hidup bukan untuk membangun perusahaan, tapi untuk membantu orang-orang yang tak memiliki pekerjaan untuk bekerja, dan membimbing mereka bagaimana bekerja dengan baik dan halal, lalu hasil usaha kita yang kecil itu dikumpulkan untuk memperbesar perusahaan dan memperluas lapangan kerja bagi orang-orang pengangguran, setiap rezeki halalnya dibagikan beberapa persen untuk keberlangsungan masyarakat. Hidup akan terasa bukan untuk perusahaan saja, tapi untuk kebersamaan, kebaikan dan tak terbatas balasan yang didapat.
Oleh Ayuna Kusuma 19 Desember 2011



Home
Ok Rek
Testimoni
Program butik online tanpa modal
Produk Duwur
Martapura
Batik Unik
Batik Tulis
Tremendous! This particular is all I can think pertaining to a blog post like this excellent. This kind of is literally a notably explanatory article post on the blog. You just need to know a lot about this amazing.
Congrats ~ Found your blog on Google while searching for a related topic, your site came up, it looks good, keep them coming !