<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita dari Ayuna Kusuma</title>
	<atom:link href="http://ayuna.duwur.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ayuna.duwur.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Feb 2012 05:41:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Beli Pizza atau Menolong Pengemis??</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/640-sedekah1</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/640-sedekah1#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 05:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Human Devil]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[beramal]]></category>
		<category><![CDATA[bersabar]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[pengemis]]></category>
		<category><![CDATA[pizza]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Masih&#8230; dan masih masalah makanan&#8230; karena banyak dari kita yang melewatkan kesempatan memberikan makanan enak kepada orang-orang lain yang kesulitan membeli makanan (saya kira ga perlu lagi dijelaskan siapa itu orang-orangnya, karena semua temenku cerdas hihihi) Suatu hari..di akhir bulan, anda hanya hanya punya uang 200.000 100.000 sudah dibelikan macam-macam kebutuhan keluarga 50.000 sudah dikeluarkan untuk memperbaiki genteng, karena habis terkena angin kencang. Nah&#8230; sisa 50.000 Semua kebutuhan sudah terpenuhi, dan 2 hari lagi gajian, Lalu anak-anak minta pizza &#8220;ma beliin pizza dong&#8230;. pengen ma&#8230;.. ayo ma&#8230;.&#8221; mereka merengek-rengek seperti itu. Ya&#8230;. dibelikan saja hehehe kan masih ada 50.000 Tapi,,, ketika di perjalanan, anda melihat keluarga pengemis dijalan, menangis dibalik kaca. Entah bohongan atau benar tangisannya itu. Dia meminta sejumlah uang untuk makan anak-anaknya, karena sudah 5 hari tidak ada orang yang memberi uang untuk mereka, sudah tidak ada yang percaya dengan pengemis. NAH LOH&#8230;&#8230;.. apa yang anda lakukan? apakah anda akan percaya dan membelikan keluarga pengemis itu makanan? atau anda akan ikut-ikutan tidak percaya seperti kebanyakan orang? lalu bagaimana anak-anak? Bagaimana menyikapi tangisan minta pizza? hehehe Lupakan kartu ATM, kartu KREDIT, heehehe karena dalam soal ini anda hanya punya uang 50.000 ^________^ Selamat menjawab soal ini di sela-sela waktu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/640-sedekah1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersihkan Akun Kriminal dari Facebook Kita</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/604-604</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/604-604#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 11:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Harapan Okrek]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akun Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Crime]]></category>
		<category><![CDATA[Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Porno]]></category>
		<category><![CDATA[Stop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Please&#8230;. attention&#8230;. Facebook adalah media sosial yang paling mudah untuk komunikasi untuk kita, entah kita di Indonesia, Malaysia, Inggris, Amerika, Korea, semua bisa komunikasi dengan facebook. tapi sekarang ini banyak sekali orang-orang yang membuat facebook sebagai media kriminalitas, Dari penyebaran ajaran sesat, sampai penculikan, pemerkosaan dan kerusuhan disebabkan oleh pengguna facebook yang kriminal. Coba kita kembali mengecek daftar pertemanan kita, apabila disana ada akun-akun yang janggal, atau akun itu menyebarkan keburukan, foto-foto yang tidak pantas, entah porno atau sadisme, sebaiknya anda hapus pertemanan anda dengan dia. Karena untuk menjaga diri anda sendiri dari kriminalitas di facebook, dan mengurangi kesempatan orang-orang kriminal menjerat diri anda. Berikut ini beberapa kriminalitas yang pernah terjadi di facebook. 1. Tertipu Online shop. Banyak sekarang ini online shop yang menjamur di facebook, semakin hari semakin bertambah, dan yang dijualpun semakin beraneka, namun ada kalanya kita harus berjaga-jaga dari online shop palsu yang hanya menginginkan uang kita, setelah kita transfer sejumlah uang, dia kabur dan tidak online lagi. Atau bahkan kasusnya ada yang melebar seperti ini, Pembeli penipu berlagak membeli sebuah barang kepada anda, dan dia mentransfer sejumlah uang sesuai kesepakatan, tapi setelah barang dikirim, tidak lama anda sebagai online shop akan menerima sebuah telp, sms atau [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/604-604/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabarlah Cinta</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/600-sabarlah-cinta</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/600-sabarlah-cinta#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 13:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Sabar rasa cinta&#8230; kau kutahan untuk rasa kemanusiaan ini Sabar rasa kerinduan&#8230; kau kusimpan dalam kotak pandora Sabar rasa kasmaran&#8230; suatu saat kau akan kumuntahkan Sehingga banyak orang akan merasakan cinta yang semakin membara Saat ini&#8230; Aku berjanji pada Indonesia. Akan kumuntahkan semua pemikiran untuk Ibu Pertiwi Akan Kuhabiskan semua waktu untuk merangkai indahnya kebersamaan serta kedamaian Hingga&#8230; masa itu cepat datang&#8230; Masa dimana manusia sangat memuja keadilan, dan takut pada Tuhannya Indonesia pun dipenuhi dengan manusia-manusia berIman, penuh kasih sayang dan hilang segala anak pinak Korupsi. Sabarlah cinta, rindu, dan asmara&#8230; suatu hari akan ku keluarkan kau. Suatu hari&#8230; Ayuna Kusuma 19 Februari 2012]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/600-sabarlah-cinta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta itu&#8230;</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/596-cinta-itu</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/596-cinta-itu#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 09:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Cinta itu semakin dikurung&#8230; semakin membara Cinta itu semakin dipaksa&#8230; semakin memudar Ungkapkan cinta, tak perlu hanya satu hari Ungkapkan cinta, tak perlu berteriak, sehingga seluruh dunia tahu. Cinta adalah obat, bagi yang merasakan sakit di hati Cinta adalah teman, bagi siapapun yang kesepian Cinta bisa tumbuh dihatimu, dihatiku, dihati mereka Tak ada orang yang tersiksa karena cinta, kecuali mereka yang diselubungi hasrat cemburu dan dengki Sebaiknya&#8230; Sembunyikan cintamu, gadis.. tunggulah pangeranmu yang membukanya dengan perhatian, kasih sayang, kesetiaan, janji yang selalu ditepati, dan senyumannya Yang selalu hanya untukmu. &#160; Ayuna Kusuma]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/596-cinta-itu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Human Devil : Pembunuh</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/591-human-devil-pembunuh</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/591-human-devil-pembunuh#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 15:39:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Human Devil]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[By : Ayuna Kusuma 22 December 2011 Seorang anak lelaki keluar dari sebuah gubuk. Di kompleks kumuh tingkat atas, anak itu terlihat memukul-mukul jaket kusamnya. Tak beberapa lama seorang Iblis datang, dia menyerupai kakek-kakek yang berbaju mewah dan masih mulus. Anak lelaki itu menatapnya  dengan kekaguman yang berlebihan. Beberapa kali kakek itu mengkibas-kibaskan tongkatnya, menunjuk-nunjuk tanah dan bicara seorang diri, namun dia seperti menyuruh seseorang untuk membereskan apapun yang ia tunjuk. Anak itu masih menatap dengan rasa kagumnya, “Sudahlah nak, jangan kau pandangi aku dengan matamu itu, kau akan silau…” kata kakek itu pelan dengan nada yang berat “Kakek ini siapa….” “Aku?&#8230; apa pedulimu siapa aku….” “Aku peduli… karena baru kali ini aku melihatmu… dan aku ingin meminta sereceh uang, untuk membeli makan untuk ibuku yang sedang sakit…” “Oh… kau pengemis rupanya… pengemis yang peduli dengan orang lain daripada peduli dengan dirinya sendiri…” “Aku peduli pada diriku dan ibuku.. maka dari itu aku peduli padamu dan menanyakan hal sepele itu padamu…” “Tapi maaf nak… aku tidak suka memberi dengan Cuma-Cuma…  Kalau kau mau bekerja untukku, kau akan kuberi lebih.. bahkan… kuberi uang muka yang lebih daripada yang kau harapkan… bahkan pikiranmu pun tak habisnya untuk menghitung uang muka yang kuberikan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/591-human-devil-pembunuh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Hidup</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/587-renungan-hidup</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/587-renungan-hidup#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 10:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[Hidup itu bukan untuk makan Hidup itu bukan untuk membelanjakan uang untuk style Hidup itu bukan untuk meraih jabatan Hidup itu bukan untuk cinta, menikah, punya anak, membesarkan mereka dan membangun keluarga besar Hidup itu bukan untuk membangun sebuah perusahaan dan mengumpulkan kekayaan Tapi Makanlah agar kau hidup dengan nyaman dan bisa membagikan makanan kepada orang yang mengalami kekurangan, agar makananmu esok hari penuh berkah, karena penuh dengan doa-doa orang yang kau berikan makan. Kalau kau makan dan memberikan makanan untuk sesama yang membutuhkan, kau bukan saja hidup untuk makan, tapi hidup untuk menjadi bermanfaat bagi sesama, walaupun dalam hal yang sepele seperti makanan. Belanjakanlah beberapa persen dari uangmu untuk style yang sederhana, dengan menutup aurat, warna-warni yang tidak terlalu mempesona dunia dan belanjakanlah beberapa persen dari uangmu untuk orang-orang yang membutuhkan, buatlah mereka mencintai menutup aurat, berpenampilan sederhana namun terlihat istimewa di hadapan Allah. Uang yang kau belanjakan untuk mereka, tak akan pernah membuatmu rugi, Karena Allah akan mengembalikannya dalam jumlah yang tak pernah kau sangka sebelumnya, dan orang yang kau belikan barang baru yang masih layak pakai, akan mengalirkan doa-doa terbaik untukmu. Dan semakin berkah hidupmu. Hidup bukan hanya untuk meraih jabatan, namun kau harus berusaha untuk menjadi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/587-renungan-hidup/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m Not Devil Now</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/582-im-not-devil-now</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/582-im-not-devil-now#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 10:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Human Devil]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;m Not Devil Now By Ayuna Kusuma 11 November 2011 Aku malam juga siang Aku baik juga buruk Aku malaikat juga iblis. Bermainlah dengan salah satu sisi hidupku Jangan bermain api denganku atau kau akan terbakar Jangan bermain air denganku atau kau akan tenggelam Kebaikan ada di tangan kananku Keburukan ada di tangan kiriku. Akhirat ada di otak kananku Dunia ada di otak kiriku Kebaikan ada di hatiku Keburukuan ada di jantungku Sekali kau membuatku menangis Seumur hidup akan kubuat kau menangis Sekali kau membuatku menderita Seumur hidup akan kubuat kau menderita Sekali kau membuatku kecewa Seumur hidupmu akan membuahkan kekecewaan Aku tak percaya pada siapapun di dunia ini Aku hanya percaya pada diriku sendiri Aku tak peduli pada siapapun di dunia ini Aku hanya peduli pada diriku Namun aku sudah jenuh pada diriku yang kelam dan hitam Aku serahkan semua keburukanku padamu Bumi Telanlah semuanya Aku akan berubah menjadi malaikat Bukan lagi sebagai Iblis Dan panggilah aku Malaikat]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/582-im-not-devil-now/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>About My Dream</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/578-about-my-dream</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/578-about-my-dream#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 12:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman Kru Okrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[In one case I really like dreaming In other cases, I was very depressed to accept the fact, I never understood my dream. In other cases, the dream made ??me sad, because it can not come true At one time I should create a new dream for everyone At other times, I must accept everyone&#8217;s dream At other times, I must make other people can dream At other times, I must to rewrite all my dreams, because the stories always interesting even my dreams always makes me cry At other times, I must forbid myself for too much dreaming, and stop hoping on crap. At other times, I still want that person know. just that person always there in my dreams. &#160; Today, 30 October 2011 By Ayuna Kusuma]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/578-about-my-dream/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>B-G Daily Love &#8220;Look and Pay&#8221;</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/571-b-g-daily-love-look-and-pay</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/571-b-g-daily-love-look-and-pay#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 05:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerber]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Dirumah jepang kuno itu aku melihatnya duduk sedikit tegang, tangan kanannya menopang pipi kanannya yang sedikit chubby, rambut pendeknya sebentar-sebentar dihembus angin sore. Dan kulihat mata kanannya tertutup oleh kain merah. Aku sangat asing dengan sosok gadis itu, namun setiap aku melihatnya saat siang dan sore sehabis kerja, aku merasa sedikit senang, entah kenapa, yang pasti dia tetap seperti hari sebelumnya. Beberapa kali dia memergokiku sedang melihatnya. Namun ia tetap saja duduk ditempatnya. Ia selalu memakai dress putih dengan sarung tangan dan kaki hitam kelam. Sempat terpikir olehku. Apakah ia seorang mafia? Atau anak dari bos mafia?. Tapi sepertinya itu sebuah pemikiran yang gila. Bagaimana mungkin di lingkungan yang sedamai ini, ada mafia yang berkeliaran. Aku kembali mengamati gadis itu dari balik pagar, aku melirik jam tanganku, masih pukul 1, masih ada waktuku untuk mengamati gadis misterius itu lagi.  Aku melihat tempat gadis itu duduk dan menompang pipinya, ah… kemana dia?, dia sama sekali tak ada disana? Apakah dia sudah masuk dan menemui seseorang dirumah itu?. “Hei…” Suara teguran itu sangat mengejutkanku. Aku mencari darimana suara itu berasal, apakah dari dalam rumah? “Hei.. aku diatasmu….. Hei pria yang aneh… apakah sedari minggu yang lalu kau memandangiku seperti ini? huh… seperti [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/571-b-g-daily-love-look-and-pay/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angin</title>
		<link>http://ayuna.duwur.com/566-angin</link>
		<comments>http://ayuna.duwur.com/566-angin#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 07:07:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayuna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayuna.duwur.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Angin mendesis disela waktu. Ia mengatakan. Aku perlu sesuatu yang indah Untuk kulewati. Maka aku katakan. Lewati saja otakku. Disana penuh hal yang indah Lalu angin berteriak ketakutan Ia menggigil kedinginan Raut Raut wajahnya menegang Dan kuberanikan diri bertanya padanya. Apa yang terjadi angin yang dingin? Dia dengan tatih menjawab Aku tak pernah melalui tempat sengeri itu Didalamnya penuh dendam Didalamnya penuh amarah Kelicikan meliar dimana-mana Berselimut pikiran kotor Apa pekerjaanmu? Dengan malu aku berkata Aku seorang Hakim Angin lalu terdiam dan berkata Berhentilah menjadi Hakim. Karena kau tak pantas membawa keadilan. Berhentilah&#8230; sebaiknya kau menjadi dirimu Angin telah membuatku malu dalam sekejap Angin  mematikan nyawaku dalam sejengkal kata By Ayuna Kusuma]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ayuna.duwur.com/566-angin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

