Nasionalis Terpaksalis Demominis Sebuah Karya

Hidup di Negri ini mewajibkan kita untuk harus menjadi seorang seniman. Bagaimana tidak? Setiap hari ada saja masalah di Negara. di lingkungan kita. di Pemerintahan. di rumah bahkan. di hati kita sendiri. Terlalu banyak tuntutan hidup terlalu banyak pula keterpaksaan hidup. Dengan puisi, prosa, kisah dongeng menggelitik dan cerita pendek penuh arti. Dengan itulah kita bisa hidup.

Sebuah tulisan seorang seniman, bukan untuk dijual sebenarnya. Tapi untuk dipahami isinya, dipahami perasaan apa saja yang terkandung didalam sebuah karya. Mari kita nikmati karya-karya di blog ini. Bagaimana menikmati sebuah karya? Apakah sebuah puisi 20 baris itu bisa disebut karya?

Puisi 4 baris pun itu adalah sebuah karya seni. Cara menikmati sebuah Karya tulis, karya seni, itu bergantung pada masing-masing hati. Ada yang menikmatinya hanya dengan membaca slash.. baca secara cepat, sehingga ia sering salah tafsir karena terlalu cepat membaca.

Ada juga orang yang membaca dengan penuh penghayatan. Ia setel lagu yang cocok dengan tema puisi atau prosa. Ia nikmati kata demi kata. Ia cari apa sebenarnya maksud puisi dan prosa itu. Ia cari keindahan disetiap paragraf. Lalu ia berkata pada diri sendiri “Wah… tulisannya bagus sekali… menggugah… menginspirasi” CARA inilah yang bagus dalam menikmati sebuah karya.

Lalu bagaimana membuat sebuah karya?  Hidup di Negri ini… mungkin sudah menjadi tahap awal yang memaksa kita untuk berkarya. untuk memaksa kita sedikit Demominis. dan sedikit saja Nasionalis. Jadi menurut saya… membuat karya itu gampang sekali. Seperti layaknya Ayam boiler yang bertelur setiap hari, atau seperti kita buang air besar. Kalau tidak dikeluarkan kita akan merasa tidak enak. Begitu juga sebuah karya tulis kalau tidak dikeluarkan kita akan merasa tersiksa.

Ya begitu saja tulisan saya di Nasionalis Terpaksalis Demominis Sebuah Karya

Agak ga nyambung… tapi nyambung… tapi ga nyambung…yang pasti tulisan saya juga sebuah karya hahahaha….

Terima kasih telah mengunjungi blog saya

Ayuna Kusuma

One Response to Nasionalis Terpaksalis Demominis Sebuah Karya

  1. Kert on 06/10/2011 at 18:44

    So excited I found this article as it made things much qicuker!